versi cetak panduan wisata ke pulau bangka  

Selamat Datang ke Pulau Bangka


Pulau Bangka (terkadang juga disebut sebagai Pulau Banka) berada di bagian timur laut Sumatera Selatan. Pulau ini memiliki luas 11.500 km² (hampir sebesar Lebanon) dan diperkirakan dihuni oleh 245.000 jiwa pada tahun 2008. Sebagian besar penduduknya terdiri dari suku Tionghoa dan Melayu —yang dianggap sebagai suku asli orang Bangka.

Sejak tahun 2001, Pulau Bangka resmi menjadi bagian dari provinsi ke-31 di Indonesia, yaitu Bangka Belitung (Babel) dengan Pangkalpinang sebagai ibu kotanya. Nama Bangka sendiri berasal dari “vangka” atau “wangka” yang dalam bahasa Sansekerta berarti timah (berdasarkan inskripsi Sriwijaya tahun 686 Masehi yang ditemukan di dekat Desa Kota Kapur, Bangka Barat). Sesuai dengan arti namanya tersebut, sebagian besar perkembangan ekonomi pulau ini berasal dari pertambangan timah (di mana Bankatin atau “timah kelas A”-nya sudah sangat terkenal di kalangan para konsumen di seluruh dunia), begitu juga lada putih yang merupakan salah satu komoditi ekspor terbaik Indonesia, industri perikanan maupun perkebunannya.

….Sebuah pulau yang kaya akan tambang timah…



Museum Timah Indonesia di Pulau BangkaPulau Bangka sendiri mulai banyak mendapatkan perhatian publik berkat novel “Lord Jim” karya seorang penulis Inggris, Joseph Conrad pada 1899 yang menggunakan Bangka sebagai latar belakang tempat di beberapa bagian novelnya. Novel “Lord Jim” ini mendapat peringkat ke-85 Novel Berbahasa Inggris Terbaik dalam daftar perpustakaan modern abad ke-20.

Sejarah Pulau Bangka terbentuk dari pergantian pendudukan dari beberapa bangsa asing. Tercatat, pendudukan kekuasaan pertama kali ke Pulau Bangka terjadi pada abad ke-7 oleh Kerajaan Hindu Sriwijaya. Setelah itu, Pulau Bangka mengalami pergantian kekuasaan dari beberapa kerajaan lainnya hingga akhirnya jatuh ke tangan Kesultanan Palembang pada tahun 1662. Sejak sumber tambang timah ditemukan di Kota Kapur (pada 1710), Pulau Bangka berkembang dengan pesat dan akhirnya menarik minat Belanda yang kala itu sudah mulai memasuki wilayah Indonesia.

Setelah Belanda, Inggris datang dan berhasil menguasai Pulau Bangka beserta timahnya pada tahun 1812. Namun, kekuasaan Inggris tersebut tidak berlangsung lama, pada 1814 Inggris kembali menyerahkan Pulau bangka ke Belanda dan ditukar dengan Cochin, sebuah kota di pesisir barat India. Selama Perang Dunia II, Pulau Bangka dikuasai oleh Jepang (1942-1945) dan menjadi tempat pembantaian menyedihkan suster-suster Australia oleh tentara Jepang di Mentok (atau biasa disebut Muntok)—ibukota Pulau Bangka kala itu. Kekuasaan asing tersebut secara resmi berakhir ketika Indonesia mengumumkan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945.

…Keindahan pantai berpasir putih dan dunia bawah lautnya…


Pantai Tanjung Pesona di Pulau Bangka Kini Pulau Bangka terkenal akan pantai-pantai berpasir putihnya, keindahan bawah lautnya yang mempesona, maupun warisan budaya lokal yang banyak berasal dari kebudayaan Tionghoa dan Melayu, seperti yang bisa dilihat dari tarian, kerajinan tangan, dan upacara-upacara adatnya. Sebagai contoh, tradisi Sepintu Sedulang atau dikenal sebagai “Nganggung” yang dilakukan saat perayaan-perayaan lokal, seperti saat panen lada, upacara pernikahan maupun hari-hari besar keagamaan, dll. Selain itu, Makanan khas setempat seperti Lempah Kuning, Martabak Bangka, dan beberapa makanan ringan seperti Jongkong, Sengkulun Kelapa, Yet-yet, juga layak untuk dicoba.

Saat ini sektor pariwisata di Pulau Bangka mungkin tidak berkembang secepat tujuan-tujuan wisata lainnya di Indonesia dikarenakan terkendala terbatasnya transportasi umum yang bisa menjangkau beberapa tempat wisata di pulau ini. Namun hal tersebut di sisi lain dapat membuat perjalanan Anda menjadi lebih menantang dan pastinya lebih memuaskan.

Jika Anda tertarik dengan kekayaan warisan budaya, keajaiban alam, atau hanya ingin berkunjung ke museum pertambangan timah Indonesia, Pulau Bangka merupakan tempat yang layak untuk Anda kunjungi.

Selamat berlibur di Pulau Bangka!







Komentar Anda:


Nama:

date

Komentar:

0 komentar

Isi komentar adalah sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Anda sebagai pengirim komentar harus membaca dan sepenuhnya menyetujui Syarat dan Ketentuan Komentar Anda (klik disini), Syarat dan Ketentuan (klik disini) serta Kebijakan Privasi (klik disini) JoTravelGuide.com.



Kembali ke atas


jika menurut anda situs kami membantu memberikan informasi terkait, anda dapat menyumbang untuk membantu kelangsungan tayang situs ini, kami dapat menerima bantuan melalui tombol paypal "Donate" dibawah ini. terima kasih